Berita Desa
Disematkan
Pembangunan Jalan Rabat Beton Dusun II Siasem Resmi Dimulai
A
Administrator
Penulis
23 April 2026
159 kali dibaca
Proyek pembangunan jalan rabat beton sepanjang 350 meter di Dusun II Siasem telah resmi dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala Desa.
Desa Siasem — Pembangunan infrastruktur jalan rabat beton di Dusun II, Desa Siasem secara resmi dimulai pada hari Senin, 15 Januari 2024. Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kepala Desa Siasem yang didampingi oleh Ketua BPD, Ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat setempat.
Proyek yang didanai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 ini akan membangun jalan rabat beton sepanjang 350 meter dengan lebar 3 meter. Jalan tersebut menghubungkan permukiman warga Dusun II dengan jalan utama desa, yang selama ini kondisinya berlubang dan kerap tergenang air saat hujan.
"Pembangunan ini adalah prioritas kami karena warga sudah lama mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Dengan jalan yang baik, aktivitas warga, terutama para petani dan nelayan, akan jauh lebih lancar," ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender dan dikerjakan oleh tim Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang melibatkan warga Dusun II sebagai tenaga kerja lokal.
Masyarakat diimbau untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan dan melaporkan jika terdapat penyimpangan melalui sistem pengaduan desa.
Proyek yang didanai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 ini akan membangun jalan rabat beton sepanjang 350 meter dengan lebar 3 meter. Jalan tersebut menghubungkan permukiman warga Dusun II dengan jalan utama desa, yang selama ini kondisinya berlubang dan kerap tergenang air saat hujan.
"Pembangunan ini adalah prioritas kami karena warga sudah lama mengeluhkan kondisi jalan yang rusak. Dengan jalan yang baik, aktivitas warga, terutama para petani dan nelayan, akan jauh lebih lancar," ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari kalender dan dikerjakan oleh tim Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang melibatkan warga Dusun II sebagai tenaga kerja lokal.
Masyarakat diimbau untuk ikut mengawasi jalannya pembangunan dan melaporkan jika terdapat penyimpangan melalui sistem pengaduan desa.